Lantas, apa sebabnya? Kondisi memprihatinkan ini akhirnya mendapat perhatian pihak KSOP Kelas II Samarinda. Menurut mereka, ada aturan baku yang harus diikuti.
Rona, Kabid Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, menjelaskan bahwa masyarakat yang baru datang tak bisa serta merta langsung naik. “Penumpang harus menunggu jadwal yang ditentukan sampai kapal siap untuk diberangkatkan,” katanya.
Alasannya terkait prosedur. “Ini demi keamanan dan ketertiban di atas kapal selama proses persiapan,” tambah Rona, merujuk pada waktu sterilisasi dan embarkasi yang harus dilalui.
Namun begitu, imbauan resmi tampaknya tak menghentikan gelombang pemudik. Arus penumpang tujuan Sulawesi Selatan diprediksi akan terus membengkak seiring makin dekatnya hari raya. Di tengah situasi yang serba darurat ini, pihak pelabuhan hanya bisa mengingatkan para penumpang untuk menjaga kesehatan dan mengamankan barang bawaannya masing-masing. Semoga saja perjuangan mereka di tanah rantau berbuah kebahagiaan di kampung halaman.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Stagnan, Jual-Beli Tak Berubah per 15 Maret 2026
Harga Emas Antam Stagnan, Patokan Masih Rp2,9 Juta per Gram
Khalil dan Appank Juara Liga Ramadan Domino IKA Unhas 2026
Real Madrid Hajar Elche 4-1, Kokoh di Puncak Klasemen La Liga