JK Prihatin dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

- Minggu, 15 Maret 2026 | 03:00 WIB
JK Prihatin dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

JAKARTA – Di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla menyampaikan rasa prihatinnya. Mantan Wakil Presiden itu menyayangkan keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. JK mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus teror ini.

"Tentu kita pertama prihatin dan sayangkan terjadi, dengan harapan polisi betul-betul," ujar JK, Sabtu (14/3/2026).

Ia langsung teringat pada pola serupa. Menurutnya, teror ini mengingatkan pada kasus yang dialami mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, beberapa tahun silam. JK menduga kuat serangan ini ada kaitannya dengan aktivitas korban.

"Setelah KPK dulu, siapa namanya si, Novel Baswedan itu, ke ini lagi, kena lagi. Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu, supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya kegiatan yang bersangkutan," tuturnya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar