Namun begitu, Bupati Andi Asman Sulaiman tampak optimis. Ia melihat potensi besar Kabupaten Bone di sektor perkebunan yang masih bisa digarap lebih optimal. Sektor ini, tegasnya, akan jadi salah satu fokus pengembangan daerah ke depan, seiring dengan penguatan sektor pertanian secara keseluruhan.
Menurutnya, untuk komoditas pangan pokok seperti padi dan jagung, stok di Bone relatif aman. Tapi justru karena itulah, pemerintah daerah harus lincah menangkap peluang dari komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Jangan sampai ketinggalan.
Ia juga menekankan satu hal krusial: jaminan pasar. Semua program pengembangan akan percuma kalau hasil panen petani nanti tidak terserap dengan harga yang layak.
Soal dukungan, Bupati mengakui bahwa sarana dan prasarana sebenarnya sudah tersedia lewat program Kementerian Pertanian. Problemnya bukan di sana.
Yang dibutuhkan sekarang, menurutnya, adalah komitmen dan keseriusan kerja sama dari semua pihak. Pemerintah pusat, daerah, dan para pelaku usaha harus benar-benar sepakat dan bergerak bersama.
Ia punya alasan untuk optimis, khususnya untuk tebu. Peluangnya dinilai cukup besar, mengingat di Bone sudah berdiri dua pabrik gula yang bisa menjadi penopang hilirisasi. Setidaknya, infrastruktur pendukungnya sudah ada di depan mata.
Artikel Terkait
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open 2026
Polri Gunakan Drone dan AI untuk Pantau dan Atur Arus Mudik Lebaran 2026
Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Macet Ekstrem Gilimanuk, Pemudik Diturunkan Paksa di Tengah Jalan