Cerita serupa datang dari Heru, pemudik lain yang ikut terjebak dalam situasi itu. Ia mengaku dirinya dan penumpang lainnya sempat kebingungan setengah mati.
“Kami masih mikir ini bagaimana ke pelabuhan karena ada banyak orang. Kita bisa naik ojek sih, tapi yang lain bagaimana,” katanya.
Rombongannya berangkat dari Terminal Ubung di Denpasar dengan tiket resmi menuju Gilimanuk. Janji untuk diantarkan sampai terminal ternyata tinggal janji.
“Kami naik dari Denpasar tujuan Gilimanuk, beli tiket, tiba-tiba diturunin di tengah jalan, kita kan jadi susah,” ujarnya.
Sayangnya, kemacetan ini tampaknya belum akan reda dalam waktu dekat. Bahkan, situasi diperkirakan bakal makin parah. Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, yang artinya kepadatan lalu lintas menuju jalur penyeberangan Bali-Jawa ini masih akan terus menjadi momok bagi para pemudik.
Artikel Terkait
Polri Gunakan Drone dan AI untuk Pantau dan Atur Arus Mudik Lebaran 2026
Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Bupati Bone Dorong Percepatan Program Perkebunan 2026, Fokus pada Hilirisasi Tebu
KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya