Di sisi lain, penampakan visual puncak Tambora relatif tenang. Saat cuaca cerah, puncaknya terlihat jelas. Meski kadang tertutup kabut, pengamatan selama ini tidak menemukan asap kawah yang mengepul. Namun, ketenangan di permukaan tak boleh menipu. Bahaya justru mungkin mengintai dari dalam.
Karena itulah, imbauan keras pun disampaikan. Masyarakat sekitar dan para pelancong dilarang keras mendekat. Radius tiga kilometer dari pusat aktivitas jadi zona terlarang. Turun ke dasar kaldera yang luas itu juga dilarang. Begitu pula mendekati kerucut parasit seperti Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou, termasuk lubang-lubang tempat gas keluar di dasar kaldera.
Lana menambahkan peringatan tersebut.
Tambora, dengan sejarah letusan mahadahsyatnya di tahun 1815, memang selalu diawasi dengan penuh hormat. Kenaikan status kali ini adalah bentuk kewaspadaan, sebuah langkah antisipatif agar semua pihak siap, jauh sebelum alam benar-benar menunjukkan amukannya.
Artikel Terkait
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir Tahun
Desa Adat Pallawa: Menyaksikan Transformasi dari Tradisi Kelam ke Warisan Budaya Toraja
PD Parkir Makassar Tegaskan Tarif Resmi Tak Naik Meski Ada Video Viral Jukir Minta Rp10 Ribu
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Jutaan per Gram