“Korban meninggal dunia di tempat,” ujar AKP Kusmianto, Kanit Reskrim Polsek Karangpilang.
Dia menjelaskan, dugaan sementara penyebabnya adalah struktur bangunan yang sudah rapuh. “Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” tambah Kusmianto, Sabtu (7/3/2026).
Kondisi korban memang sangat parah. Selain luka berat di kepala, tulang kaki dan tangannya juga patah akibat hantaman material bangunan yang begitu keras. Pemandangan di lokasi pun suram. Petugas sudah memasang garis polisi, mengamankan area untuk penyelidikan lebih mendalam. Mereka masih memeriksa, mencoba memastikan apa yang sebenarnya membuat tembok itu bisa roboh secara tiba-tiba.
Di sisi lain, musim hujan seperti ini kerap memicu insiden serupa. Bangunan tua yang tak terawat jadi ancaman diam-diam. Nasib LW ini jadi pengingat pahit bagi banyak orang. Sebuah perjalanan biasa di siang hari, berakhir tragis oleh sebuah dinding yang tak lagi mampu menahan bebannya sendiri.
Artikel Terkait
PSM Makassar Umumkan Starting XI, Yuran Fernandes Jadi Kapten Lawan Malut United
Waspada Hujan dan Angin Kencang, Wajo Berpotensi Alami Suhu Ekstrem
Tiga Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Kapal Terbalik di Perairan Batam
Tiongkok Desak Penghentian Operasi Militer di Timur Tengah, Khawatir Konflik Meluas