“Jika ada sesuatu segera kita laporkan ke kita,” tegas Mukhtarudin.
Di sisi lain, perwakilan kita di lapangan seperti KBRI dan KJRI juga aktif memantau. Mereka rajin menyebarkan update situasi terbaru melalui berbagai kanal yang ada. Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawasi dengan ketat.
“Prinsipnya, negara, kami, pemerintah, bersama perwakilan kita, KBRI dan KJRI, akan all out memantau dan mengikuti perkembangan day-to-day, detik-detik eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah,” paparnya.
Lalu, bagaimana dengan PMI di Iran sendiri? Jumlahnya ternyata tak banyak, hanya sekitar seratus orang. Sebagian besar bekerja sebagai PRT dan berangkat secara mandiri, bukan melalui program resmi penempatan.
“Itu bukan penempatan kami. Itu penempatan secara mandiri karena memang Iran bukan salah satu tujuan negara penempatan,” katanya memberi penjelasan.
Ketegangan kawasan ini memuncak setelah serangan militer AS dan Israel pada akhir Februari lalu, yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Balasan Iran pun tak tanggung-tanggung: serangan rudal diluncurkan ke Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Takalar
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Saksi Ungkap Harga Chromebook di Bawah Pasar, Kerugian Negara Dipertanyakan
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan