Di tempat lain, Wita Panca Dewi Annisa dari SLB Negeri 3 Jakarta juga merasakan hal serupa. Sudah lima tahun mengabdi sebagai pendidik, ia menilai metode isyarat Al-Qur’an membawa perubahan signifikan. Guru-guru kini punya kemampuan baru untuk mengajarkan kitab suci dengan cara yang lebih tepat dan mudah dicerna.
“Dulu kami pakai bahasa isyarat sehari-hari yang kami terjemahkan sendiri ke bahasa Al-Qur’an,” papar Wita. “Setelah ikut ToT, kami punya keterampilan baru untuk mengajar dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami.”
Praktiknya pun langsung dijalankan. SLB Negeri 3 Jakarta mengintegrasikan metode ini ke dalam kegiatan Pembiasaan Pagi. Murid-murid diajak membaca ayat pendek dan doa harian memakai bahasa isyarat. Implementasinya bertahap: pengenalan huruf hijaiah untuk tingkat SD, lalu hafalan surat pendek untuk jenjang SMP dan SMA.
Efeknya ternyata tak cuma dirasakan guru. Nadia Aulia Safira, siswi kelas 9 di sekolah yang sama, menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat Ramadan. Dengan mandiri, ia mempraktikkan bacaan Al-Qur’an isyarat usai salat Subuh, tanpa perlu disuruh guru atau orang tua. Bahkan, Nadia aktif membantu teman-teman sekelasnya.
“Nadia anak yang mandiri dan peduli,” kata Wita. “Di kelas, dia sering bantu teman-temannya saat belajar hijaiah atau baca doa bersama.”
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, MURIANETWORK.COM Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kegiatan ToT Al-Qur’an Isyarat ini adalah wujud tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah. Program ini sejalan dengan semangat Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas.
“Melalui ToT Al-Qur’an Isyarat ini,” ungkap MURIANETWORK.COM, “saya berharap para lulusan pelatihan akan menjadi Mujahid Literasi yang membawa semangat pencerahan dan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas di Indonesia.”
Artikel Terkait
Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Kapal Selam AS di Lepas Pantai Sri Lanka
Menhub Siapkan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Pemudik Lebaran 2026
IHSG Melonjak 1,67%, Sentimen Positif Dominasi Pasar Saham
Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran