Pelatihan Al-Quran Isyarat Cetak Guru Baru untuk Pendidikan Inklusif

- Kamis, 05 Maret 2026 | 11:00 WIB
Pelatihan Al-Quran Isyarat Cetak Guru Baru untuk Pendidikan Inklusif

Di tempat lain, Wita Panca Dewi Annisa dari SLB Negeri 3 Jakarta juga merasakan hal serupa. Sudah lima tahun mengabdi sebagai pendidik, ia menilai metode isyarat Al-Qur’an membawa perubahan signifikan. Guru-guru kini punya kemampuan baru untuk mengajarkan kitab suci dengan cara yang lebih tepat dan mudah dicerna.

“Dulu kami pakai bahasa isyarat sehari-hari yang kami terjemahkan sendiri ke bahasa Al-Qur’an,” papar Wita. “Setelah ikut ToT, kami punya keterampilan baru untuk mengajar dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami.”

Praktiknya pun langsung dijalankan. SLB Negeri 3 Jakarta mengintegrasikan metode ini ke dalam kegiatan Pembiasaan Pagi. Murid-murid diajak membaca ayat pendek dan doa harian memakai bahasa isyarat. Implementasinya bertahap: pengenalan huruf hijaiah untuk tingkat SD, lalu hafalan surat pendek untuk jenjang SMP dan SMA.

Efeknya ternyata tak cuma dirasakan guru. Nadia Aulia Safira, siswi kelas 9 di sekolah yang sama, menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat Ramadan. Dengan mandiri, ia mempraktikkan bacaan Al-Qur’an isyarat usai salat Subuh, tanpa perlu disuruh guru atau orang tua. Bahkan, Nadia aktif membantu teman-teman sekelasnya.

“Nadia anak yang mandiri dan peduli,” kata Wita. “Di kelas, dia sering bantu teman-temannya saat belajar hijaiah atau baca doa bersama.”

Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, MURIANETWORK.COM Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kegiatan ToT Al-Qur’an Isyarat ini adalah wujud tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah. Program ini sejalan dengan semangat Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas.

“Melalui ToT Al-Qur’an Isyarat ini,” ungkap MURIANETWORK.COM, “saya berharap para lulusan pelatihan akan menjadi Mujahid Literasi yang membawa semangat pencerahan dan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas di Indonesia.”

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar