Kisah bermula ketika sang ibu, Siti Sadiah (49), pulang dan mendapati pemandangan yang mustahil ia lupakan. Anak bungsunya terbaring tak bernyawa di lantai dua, tubuh penuh luka dan darah. Suasana pun langsung berubah jadi hiruk-pikuk.
Dadang Ansori, Ketua RW setempat, mendapat kabar duka itu sekitar pukul empat sore. Ia bersama Ketua RT langsung bergegas ke lokasi.
Polisi segera dipanggil. Tak lama, TKP sudah dipagari garis polisi. Petugas sibuk mengolah tempat kejadian. Dari pemeriksaan sementara, korban mengalami luka sayatan di leher dan beberapa tusukan di bagian punggung. Sungguh mengerikan.
Malam harinya, tepat pukul 19.10 WIB, jasad korban akhirnya dievakuasi Tim Inafis. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi, menguak lebih dalam tragedi yang menyayat hati ini.
Artikel Terkait
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara