AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 148 Awak Hilang

- Rabu, 04 Maret 2026 | 22:45 WIB
AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 148 Awak Hilang

Samudra Hindia jadi saksi sebuah insiden militer yang cukup serius. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sebuah kapal selam Amerika berhasil menenggelamkan kapal perang Iran di kawasan perairan internasional. Hegseth tak ragu memuji aksi itu, menyebutnya sebagai bukti nyata jangkauan global Amerika dalam konflik yang sedang berlangsung melawan Iran.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,"

Begitu penjelasan Hegseth kepada para wartawan, seperti dilansir AFP, Rabu lalu.

Di sisi lain, kabar dari Sri Lanka justru memilukan. Otoritas setempat menyatakan mereka telah berhasil menyelamatkan 32 awak dari fregat IRIS Dena. Sayangnya, nasib 148 pelaut lainnya masih gelap. Mereka dinyatakan hilang, dan harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat terpaksa diakui sangat kecil.

Hegseth sendiri mendeskripsikan serangan bawah laut ini dengan istilah yang cukup menyeramkan: "kematian senyap". Dia juga menekankan bahwa ini adalah penenggelaman pertama kapal musuh oleh AS menggunakan torpedo sejak era Perang Dunia II. "Seperti dalam perang itu," ujarnya lagi, "kita berjuang untuk menang."

Pernyataan itu sejalan dengan tujuan yang diungkapkan Pentagon. Menurut mereka, salah satu sasaran utama dalam perang AS-Israel melawan Iran adalah melumpuhkan kekuatan angkatan laut negara tersebut.

Sementara itu, upaya pencarian dan penyelamatan terus digenjot. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, melaporkan ke parlemen bahwa para korban selamat asal Iran sudah segera dilarikan ke rumah sakit utama di bagian selatan pulau. Dua kapal angkatan laut plus sebuah pesawat juga sudah dikerahkan untuk mencari mereka yang masih hilang di tengah lautan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar