Ia lalu mencontohkan praktik di luar negeri. Lihat saja Amerika Serikat atau negara-negara Timur Tengah. Di sana, budaya donasi sukarela seperti sedekah dan infak ternyata punya dampak luar biasa. Mereka bisa membangun lembaga pendidikan dan sosial yang maju berkat hal itu.
Ini pelajaran berharga, bukan? Untuk masyarakat Muslim Indonesia, budaya filantropi yang kuat harus jadi bagian dari tanggung jawab sosial. Tapi ingat, kata Asep, memperkuat sedekah jangan sampai mengikis kewajiban zakat. Justru keduanya harus saling melengkapi. Bagai dua sisi mata uang yang sama-sama penting untuk membangun keadilan sosial yang berkelanjutan.
Harapannya jelas. Optimalisasi filantropi Islam lewat zakat, infak, dan sedekah bisa jadi solusi nyata untuk memangkas kesenjangan dan memperkuat kesejahteraan di Indonesia.
Intinya sederhana: jalankan kewajiban, lalu lanjutkan dengan keikhlasan. Itulah kunci sebenarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Truk untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2026
PSM Makassar dan Persita Tangerang Imbang 2-2 di Babak Pertama Laga Sengit
BAZNAS Salurkan 150 Paket Sembako di Buka Puasa Bersama Bupati Bone
Pria Diduga Anggota PIS Diamankan di Mimika Atas Dugaan Sebar Konten Provokatif