Duka mendalam menyelimuti tanah air dengan berpulangnya Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, Try Sutrisno. Banyak tokoh nasional merasakan kehilangan yang sama, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang tak lama setelah kabar duka tersiar, langsung menyambangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin pagi (2/3/2026), tepat sekitar pukul tujuh. Sosok yang lahir di Surabaya, 15 November 1935 itu, telah menutup usia setelah hampir sembilan puluh tahun mengabdi untuk negeri.
Di rumah duka, suasana haru jelas terasa. Pramono Anung, dengan suara bergetar, menyampaikan rasa kehilangannya.
Pramono mengaku hubungan mereka sudah terjalin sejak sekitar tahun 1995. Bukan sekadar hubungan formal antar pejabat, tapi lebih ke arah kedekatan personal yang tumbuh dalam kurun waktu yang panjang.
Di matanya, Try Sutrisno adalah pribadi yang teguh pendirian, terutama dalam hal-hal fundamental seperti dasar negara. Bagi almarhum, Pancasila dan konstitusi bukan cuma teori. Itu adalah prinsip hidup yang dipegangnya tanpa kompromi.
Artikel Terkait
BAZNAS Salurkan 150 Paket Sembako di Buka Puasa Bersama Bupati Bone
Pria Diduga Anggota PIS Diamankan di Mimika Atas Dugaan Sebar Konten Provokatif
Es Cincau Gula Merah, Takjil Segar Kaya Vitamin untuk Buka Puasa
Minibus Tercebur ke Irigasi di Lampung Timur, 4 Korban Dilarikan ke RS