Jakarta - Dunia kembali menahan napas menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah. Menanggapi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintah Indonesia langsung bersuara. Intinya jelas: semua pihak diminta menahan diri. Dialog dan diplomasi harus jadi prioritas utama.
Pernyataan resmi itu muncul di akun media sosial Kementerian Luar Negeri, Sabtu lalu. Indonesia tak main-main. Mereka menegaskan, penyelesaian damai adalah satu-satunya jalan yang bisa diterima. Kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara harus dihormati, titik. Perbedaan pendapat, apapun itu, harus diselesaikan lewat meja perundingan, bukan dengan tembakan.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,”
Begitu bunyi pernyataan resmi Kemlu RI.
Tak cuma sekadar seruan, Indonesia juga mengajukan diri. Mereka siap memfasilitasi percakapan antara Washington dan Tehran. Bahkan, Presiden RI bersedia terbang langsung ke Iran untuk jadi penengah. Syaratnya sederhana: kedua belah pihak harus setuju dulu.
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,”
lanjut pernyataan tersebut. Langkah ini sekaligus mengukuhkan citra Indonesia yang memang punya track record mendorong solusi politik di kancah internasional.
Artikel Terkait
Iran Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Aset Militer AS dan Israel di Timur Tengah
Indonesia Tawarkan Mediasi, Serukan Deeskalasi Usai Serangan AS-Israel ke Iran
AS dan Israel Lancarkan Serangan Langsung ke Iran, Timur Tengah di Ambang Konflik Terbuka
Tiga Eks Kapolres Alami Rotasi dalam Mutasi Polri Akhir Februari 2026