Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah

- Selasa, 24 Februari 2026 | 20:00 WIB
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah

“Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. April kita evaluasi, pergeseran anggaran kita lakukan besar-besaran,” jelas Amran.

“Yang tidak serius, langsung kita pindahkan. Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi.”

Anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah, bagi dia, adalah amanah rakyat. Amanah itu harus diwujudkan menjadi produksi yang nyata. Maka, bantuan akan lebih diprioritaskan ke daerah yang progresnya bagus. Sementara daerah dengan capaian rendah, bantuannya bisa ditahan dulu sampai ada perbaikan.

“Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi Kabupaten dan Provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke Provinsi lain, Kabupaten lain,” paparnya lebih rinci.

Langkah tegas ini, katanya, justru bentuk tanggung jawab. Bahkan bentuk perlindungan agar daerah tak terbebani target yang tak bisa mereka kejar.

“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” pungkas Amran.

Selain beras, fokus pemerintah juga tertuju pada komoditas lain. Sesuai arahan Presiden, percepatan swasembada kedelai dan bawang putih terus didorong. Tak ketinggalan, penguatan hilirisasi untuk komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, dan lada.

Dengan langkah-langkah terukur, realisasi anggaran yang disiplin, serta sinergi yang solid antara pusat dan daerah, Kementan optimis momentum ini bisa dipertahankan. Targetnya bukan hanya peningkatan produksi jangka pendek, tapi membangun sistem yang kokoh. Untuk ketahanan pangan nasional, tentu saja, dan kesejahteraan petani Indonesia di ujungnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar