Nah, terkait peringatan dini, BMKG membaginya dalam dua periode. Untuk tanggal 24 sampai 26 Februari, status Siaga dikeluarkan untuk sejumlah daerah yang berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Daerah mana saja? Aceh dan Sumatera Utara masuk di dalamnya, bersama Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Sementara untuk waspada angin kencang, cakupannya hampir meliputi seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Periode selanjutnya, 27 Februari hingga 2 Maret, wilayah siaga hujan lebat menyempit tapi tetap perlu diwaspadai. Daerah itu adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Untuk angin kencang, wilayah waspada meliputi Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, seluruh Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Selain gelombang atmosfer, ada faktor lain yang bikin cuaca makin dinamis. Sistem tekanan rendah terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung. Ditambah lagi, ada sirkulasi siklonik di Laut Sulu dan perairan utara Papua. Sistem-sistem ini membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari Kalimantan hingga Papua. Hasilnya? Pertumbuhan awan hujan yang masif dan berpotensi besar menurunkan hujan deras.
Imbauan untuk masyarakat jelas: tetap waspada. Dampak cuaca seperti ini bisa beragam, mulai dari banjir dan tanah longsor, pohon tumbang, sampai jarak pandang yang tiba-tiba berkurang saat berkendara. BMKG menyarankan agar warga rajin memantau pembaruan informasi cuaca terbaru lewat kanal resmi mereka. Jangan sampai lengah.
Artikel Terkait
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub