Analis: Kemunculan Sjafrie dalam Bursa Capres 2029 Pertekan Peluang Gibran

- Jumat, 20 Februari 2026 | 19:00 WIB
Analis: Kemunculan Sjafrie dalam Bursa Capres 2029 Pertekan Peluang Gibran

MURIANETWORK.COM - Dinamika bursa calon presiden 2029 kembali diramaikan dengan munculnya nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pengamat politik Ray Rangkuti menilai fenomena ini bukan hal baru, melainkan bagian dari tren di mana figur dengan citra personal kuat semakin menonjol, meski dukungan partai politik tetap krusial. Analisis ini muncul menyusul survei terbaru yang menempatkan Sjafrie dalam jajaran nama-nama potensial, menambah kompleksitas peta politik jelang Pilpres.

Pergeseran Basis Dukungan: Dari Partai ke Tokoh Individu

Ray Rangkuti mengamati adanya pergeseran signifikan dalam lanskap politik Indonesia. Menurutnya, elektabilitas kini banyak dibangun melalui kiprah dan ketokohan personal seorang figur. Tren ini, ujarnya, telah terlihat jelas dalam berbagai kontestasi pilkada, di mana kandidat dengan basis dukungan personal yang solid sering kali unggul. Imbasnya, daya tarik tokoh-tokoh yang murni mengandalkan mesin partai justru cenderung menurun.

“Sebagian memang tetap dicalonkan partai, tetapi mereka membangun citra lewat kekuatan individualnya. Seiring itu, tokoh-tokoh partai justru makin kurang diminati,” tutur Ray, Kamis (19/2/2026).

Dampaknya bagi Peta Koalisi dan Pesaing Potensial

Kemunculan figur baru seperti Sjafrie, menurut analisis Ray, berpotensi mengubah kalkulasi politik para pemain utama. Salah satu yang disebutkan terdampak adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski elektabilitas Gibran masih tinggi, hadirnya alternatif lain dinilai dapat mempersempit ruang geraknya, terutama dalam pertimbangan Presiden Prabowo Subianto yang akan memiliki lebih banyak pilihan.

“Dengan hadirnya individu-individu baru, pilihan Prabowo semakin banyak. Itu dengan sendirinya membuat peluang Gibran tertekan,” jelasnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar