Sepuluh menit kemudian, giliran Davinson Sánchez yang membuat publik histeris. Tendangannya yang keras membawa Galatasaray unggul 3-2. Juventus mulai terlihat limbung.
Masalah mereka bertambah besar. Juan Cabal mendapat kartu merah di menit ke-67, memaksa Si Nyonya Tua bermain dengan sepuluh pemain. Ini jadi malapetaka.
Dengan keunggulan pemain, Galatasaray makin leluasa menekan. Roland Sallai mencetak gol keempat di menit 75, memanfaatkan umpan Victor Osimhen yang cerdik. 4-2.
Pesta belum usai. Menjelang laga berakhir, Sacha Boey menyodok bola masuk ke sudut gawang. Gol kelima. 5-2. Skor yang benar-benar meyakinkan sekaligus mengejutkan.
Perjalanan Masih Panjang
Kemenangan telak ini tentu jadi modal berharga. Galatasaray kini punya keunggulan agregat tiga gol untuk dibawa ke Turin. Posisi mereka sangat diuntungkan.
Tapi, waspada tetap perlu. Juventus punya segudang pengalaman dan karakter kuat di kandang sendiri. Mereka pasti akan berusaha membalas.
Tugas Juventus jelas sangat berat. Mereka harus menang dengan selisih minimal tiga gol tanpa kebobolan lagi jika ingin lolos. Sebuah tantangan besar, tapi bukan mustahil bagi tim sekaliber mereka.
Pertarungan di leg kedua nanti pasti akan berbeda. Lebih sengit, lebih tegang. Semuanya masih bisa berubah.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Pemkab Bone Gandeng Askrindo Perkuat Perlindungan dan Pembiayaan UMKM
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pasca Gempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Mereda
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol