Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sumatera
Upaya pemulihan pasca bencana hidrometeorologi di Sumatera terus digenjot. Fokusnya sekarang jelas: menyediakan atap yang layak bagi para penyintas. Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) sedang berpacu dengan waktu membangun hunian tetap dan sementara.
Perkembangannya? Hingga Jumat lalu, 3 April 2026, tercatat 230 unit huntap sudah benar-benar selesai. Angka itu mungkin masih kecil jika dibanding total rencana yang mencapai puluhan ribu unit. Tapi setidaknya, prosesnya sudah bergulir. Masih ada 1.240 unit lagi yang sedang dikerjakan.
Kalau dirinci per wilayah, Aceh punya 104 huntap yang rampung dari target besar 26.418 unit. Sumut sedikit lebih cepat, 120 unit selesai. Sementara di Sumbar, baru 6 unit yang jadi. Memang, progresnya beragam. Tapi di sisi lain, untuk hunian sementara atau huntara, ceritanya lebih menggembirakan.
Hampir 90 persen target huntara sudah terpenuhi. Tepatnya, 17.084 unit dari 19.135. Ini kabar baik karena berarti para pengungsi perlahan bisa meninggalkan tenda-tenda darurat. Aceh mencatat pembangunan terbanyak, Sumut hampir mencapai 97 persen, dan Sumbar bahkan sudah menyelesaikan seluruh target huntaranya yang 830 unit.
Artikel Terkait
Lebih dari 45% Perusahaan Transportasi Rusia Sudah Gunakan AI, Regulasi Masih Tertinggal
Savio Siap Pimpin PSM Makassar Hentikan Tren Buruk di Kandang
72 Siswa Diduga Keracunan Spageti Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur
Halte RPTRA Lenteng Agung Kembali Dipenuhi Sampah, Perilaku Warga Jadi Sorotan