"Peningkatan jajak pendapat yang diperoleh Prabowo menempatkannya pada jalur yang tepat untuk mencapai angka krusial 50%, yang ia perlukan untuk menang tanpa adanya putaran kedua," tulis The Qonversations, dikutip Jumat (26/1).
The Qonversations juga memotret tren keterpilihan Prabowo di kalangan pemilih pemula. Prabowo dinilai berhasil menghilangkan kesan kaku sebagai eks tentara melalui kampanye yang sukses menarik perhatian Gen Z. Sebaliknya, para pemilih utama justru menggemari Prabowo dengan membanjiri akun sosial media pribadinya dengan istilah "gemoy" dan "cute".
"Prabowo berupaya melunakkan citra keras yang ia bangun saat memimpin militer untuk memenangkan puluhan juta pemilih muda yang akan pergi ke tempat pemungutan suara untuk pertama kalinya tahun ini," tambah ulasan tersebut.
"Menjelang pemilu, Prabowo memanfaatkan pengalamannya untuk mendapat citra yang menarik bagi generasi Z dan pemilih milenial di Indonesia,"
Baca Juga: Momen Akrab Pertemuan Prabowo dan Aburizal Bakrie, Ardi Bakri: Kita Datang Ingin Menyapa Juga
Selain itu, The Qonversations juga menyoroti perjalan politik sebagai studi kasus tentang ketangguhan. Sebab meskipun mendapat banyak tuduhan sepanjang kariernya, tak ada satupun yang berhasil membuktikannya.
"Para pengkritiknya tidak pernah berhasil mengakhiri karir politiknya."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: akarsari.com
Artikel Terkait
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi
Menteri Agama: Ketahanan Bangsa Berawal dari Keluarga yang Kokoh
Kardinal Suharyo Buka Perayaan Natal DKI dengan Cerita Gembala dan Dua Hewan