Polrestabes Makassar Kerahkan 300 Personel Amankan Imlek dan Ramadan, Larang Sahur on The Road

- Senin, 16 Februari 2026 | 13:00 WIB
Polrestabes Makassar Kerahkan 300 Personel Amankan Imlek dan Ramadan, Larang Sahur on The Road

MURIANETWORK.COM - Polrestabes Makassar mengerahkan sekitar 300 personelnya untuk mengantisipasi kerawanan dan menjaga ketertiban umum dalam menyambut dua momen penting keagamaan: perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pengamanan terpadu ini akan berfokus pada lokasi-lokasi ibadah utama serta menegaskan pelarangan terhadap kegiatan 'Sahur on The Road' yang dinilai berpotensi mengganggu.

Strategi Pengamanan Menyambut Imlek

Menjelang perayaan Imlek, jajaran kepolisian telah menyusun pola penjagaan dengan menempatkan anggotanya di titik-titik strategis. Fokus utama pengamanan berada di sejumlah klenteng yang menjadi pusat ritual dan keramaian warga Tionghoa. Tak hanya itu, aparat juga akan disiagakan di sekitar lokasi pertunjukan barongsai untuk mengawasi kerumunan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menjelaskan bahwa pengaturan ini merupakan bentuk kewaspadaan standar yang juga diterapkan pada periode-periode sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan lancar dan tertib.

"Jumlah personel seperti biasa ada 300 orang yang dikerahkan. Nanti, kita tempatkan di beberapa klenteng," tutur Arya seusai menghadiri sebuah pertemuan di Makassar, Minggu (15/2/2026).

Kesiapan Menyongsong Ramadan

Setelah periode Imlek usai, kesiagaan aparat tidak akan dikurangi, melainkan dialihkan untuk menyambut bulan Ramadan. Polrestabes Makassar telah menyiapkan operasi khusus untuk meningkatkan pengamanan selama bulan penuh berkah ini. Penjagaan rutin akan difokuskan di berbagai masjid agar jemaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.

Namun, ada satu poin kebijakan yang ditegaskan secara khusus oleh pimpinan kepolisian setempat. Kegiatan 'Sahur on The Road' yang kerap memicu keramaian dan gangguan ketertiban di malam hari dinyatakan tidak akan diizinkan. Sebagai gantinya, patroli gabungan akan lebih intensif digelar untuk mencegah berbagai bentuk kerawanan yang mungkin timbul.

"Kami lakukan pengamanan di masjid-masjid dan akan ada operasi khusus. Sahur on the road tidak ada, kita laksanakan patroli bersama-sama," tegas Arya menegaskan komitmennya.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, kepolisian berharap dapat menciptakan situasi yang kondusif, sehingga seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang agamanya, dapat menjalankan ibadah dan perayaan dengan rasa aman dan nyaman.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar