Di sisi lain, status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih tetap di Level III atau Siaga. Artinya, aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak Semeru mutlak dilarang. BPBD Lumajang terus mengingatkan warga untuk tidak lengah. Erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Ancaman lain yang juga perlu diwaspadai adalah banjir lahar. Beberapa hari terakhir, hujan kerap mengguyur kawasan tersebut. Air hujan yang bercampur dengan material vulkanik yang baru saja dikeluarkan gunung bisa memicu aliran lahar dingin di sejumlah alur sungai.
Pemantauan ketat dan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Kabar baiknya, erupsi kali ini tidak memakan korban jiwa. Tapi, kewaspadaan tetap nomor satu. Semeru memang sedang tidur nyenyak, tapi kita semua tahu, ia bisa terbangun kapan saja.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026