SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban

- Rabu, 11 Februari 2026 | 17:00 WIB
SulawesiPos Gelar Forum dengan Pembaca, Bahas Etika Pemberitaan Korban

Di sebuah ruang pertemuan di lantai empat gedung AAS, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, suasana diskusi terasa hangat Rabu lalu. SulawesiPos.com sedang menggelar acara khusus bersama Dewan Pembacanya. Tanggalnya 11 Februari 2026. Agenda utamanya sederhana: mendengar langsung. Redaksi ingin membangun kedekatan yang lebih personal, sekaligus menyerap masukan mentah-mentah dari para pembaca setianya.

Dan masukan itu pun mengalir. Salah satu sorotan tajam datang dari Nurul Husna. Sebagai Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Makassar, ia punya perhatian khusus pada pemberitaan media.

“Ini juga terkait dengan berita-berita yang kalau dikaitkan dengan isu-isu seksual itu kadang terkesan terlalu vulgar diberitakan korbannya,” ujarnya.

Nurul berharap SulawesiPos bisa lebih berhati-hati. Lebih edukatif, katanya. Lebih eksploratif, dan yang penting, beradab. “Jadi tidak hanya cepat tapi juga beradab,” tegasnya. Poinnya jelas: etika dalam memberitakan korban, terutama perempuan, harus jadi prioritas.

Di sisi lain, tanggapan dari redaksi tak lama datang. Andi Asmadi, yang menjabat sebagai Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi, langsung menegaskan komitmen mereka. Ia bicara tentang filosofi pemberitaan yang coba diusung.

“Kita akan menempatkan beritanya sebagai sahabat mereka walau mereka kemudian melakukan kesalahan, betul,” kata Andi.

Prinsipnya, media harus jadi sahabat bagi semua pihak yang diberitakan, tanpa pandang bulu. Bukan cuma untuk pengusaha atau pejabat. “Sehingga kita memberitakan tidak dengan memukul tapi dengan menepuk-nepuk,” imbuhnya. Harapannya, pendekatan seperti ini bisa menyadarkan, mengajak kembali ke jalan yang benar.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar