Gerindra Syukur 18 Tahun, Dasco Tekankan Kaderisasi dan Kedekatan dengan Rakyat

- Jumat, 06 Februari 2026 | 17:00 WIB
Gerindra Syukur 18 Tahun, Dasco Tekankan Kaderisasi dan Kedekatan dengan Rakyat

“Kaderisasi berkesinambungan tentunya adalah kunci keberhasilan, selain kita Gerindra harus terus bergerak dekat dan ada di antara rakyat,” tegas Dasco.

Elite Partai Hadir dalam Syukuran

Acara syukuran itu dihadiri oleh sejumlah pimpinan partai yang juga menduduki posisi strategis di pemerintahan. Kehadiran mereka menunjukkan konsolidasi internal di momen penting tersebut. Turut hadir antara lain Ketua Dewan Kehormatan yang juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal yang juga Menteri Luar Negeri Sugiono, serta sejumlah menteri lainnya seperti Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Kilas Balik Awal Mula Berdiri

Gagasan mendirikan Gerindra berawal dari sebuah percakapan di dalam mobil pada November 2007, antara Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo. Dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta itu, keduanya mengkritik praktik demokrasi yang dinilai telah didominasi kepentingan pemodal besar. Fadli bahkan menyinggung kasus hukum yang pernah menimpa Hashim, yang ia anggap bernuansa politis.

Percakapan itu kemudian mengerucut pada pemikiran Edmund Burke tentang pentingnya orang baik mengambil tindakan. Gagasan untuk membentuk partai baru pun mengemuka dan dibahas lebih lanjut di lingkaran dalam, termasuk dengan Prabowo Subianto. Meski sempat ada wacana bergabung dengan partai lama, akhirnya diputuskan untuk membentuk wadah perjuangan baru.

Proses persiapan berlangsung intensif. Pada Desember 2007, sejumlah tokoh seperti Ahmad Muzani, Sufmi Dasco Ahmad, dan Prof. Suhardi berkumpul untuk menyusun anggaran dasar partai. Nama "Gerindra" adalah gagasan Hashim Djojohadikusumo, sementara lambang kepala garuda diusulkan langsung oleh Prabowo Subianto.

Partai Gerindra akhirnya dideklarasikan secara resmi pada 6 Februari 2008, tepat sebelum tahapan Pemilu dimulai. Visinya jelas: membangun tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Deklarasi itu menandai dimulainya sebuah babak baru dalam kancah politik nasional.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar