Di sisi lain, kondisi tanah di bantaran sungai itu sendiri sudah lama mengkhawatirkan. Warga menuturkan, debit air kerap naik turun tak menentu belakangan ini. Pengikisan tanah diduga membuat pondasi kamar mandi itu rapuh dan akhirnya amblas mungkin tepat saat Enok berada di dalamnya.
Kala tragedi terjadi, Enok sedang berada di rumah bersama kelima anaknya. Suaminya, yang berprofesi sebagai petugas kebersihan, sedang bertugas di daerah Soreang. Begitu kabar hilangnya tersiar, warga langsung bergerak. Pencarian awal dilakukan secara swadaya sebelum laporan resmi disampaikan ke pihak desa.
Tak lama kemudian, operasi pencarian pun diperbesar skalanya. Gabungan relawan, BPBD, Basarnas, Damkar, dan aparat setempat turun langsung. Mereka menyisir aliran sungai dari Leuwi Cijagra hingga ke Leuwi Maung. Bahkan, reruntuhan bangunan kamar mandi yang amblas sempat dibongkar, siapa tahu korban tertimbun di sana.
Namun begitu, semua usaha itu belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, Enok masih dalam status hilang. Pencarian terus dilanjutkan, diiringi harapan dan doa dari seluruh warga yang mengenalnya.
Artikel Terkait
Ledakan di SMP Sungai Raya: Dendam Korban Perundungan yang Meledak
Ledakan di SMP Kubu Raya, Densus 88 Ungkap Keterlibatan Komunitas Kriminal Daring
Ledakan Molotov di Sekolah, Balas Dendam Korban Bully yang Terluka
Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi