Ribuan warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih berjuang menghadapi dampak banjir yang melanda. Fasilitas publik rusak, aktivitas terhambat, dan kebutuhan mendesak terus bermunculan. Dalam situasi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak jelas sangat dinantikan.
Nah, sebagai bentuk solidaritas, PT Bank KB Indonesia bersama KB Bank Syariah baru-baru ini menyalurkan bantuan kemanusiaan. Total nilainya lebih dari Rp 140,8 miliar rupiah, lho. Yang menarik, sebagian dana ini berasal dari penggalangan mandiri oleh para manajemen dan karyawan bank. Mereka menyerahkan bantuan itu secara simbolis di Kantor Pusat PMI, menunjukkan kehadiran aktif untuk meringankan beban masyarakat.
Bantuan apa saja yang disiapkan? Cukup lengkap, mulai dari ribuan paket makanan, sembako, air minum, sampai obat-obatan dan perlengkapan bayi. Intinya, kebutuhan esensial yang paling dibutuhkan di pengungsian. Dengan berkolaborasi bersama PMI, distribusi akan difokuskan ke daerah-daerah yang paling parah terdampak. Tujuannya jelas: memenuhi kebutuhan dasar secepatnya dan mengurangi tekanan yang dirasakan warga.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menekankan betapa pentingnya kolaborasi di saat darurat.
“Dampak banjir di Sumatera ini sangat luas. Kolaborasi adalah kunci pemulihan. Kami berharap bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan paling mendesak, sekaligus memberi ruang bagi warga untuk mulai kembali beraktivitas. KB Bank akan terus hadir memberikan kontribusi nyata, terutama di masa krisis,” jelas Kunardy.
Di sisi lain, PMI pun menyambut baik langkah ini.
Pengurus Pusat Bendahara Umum PMI, Suryani Motik, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat menghargai kepedulian dan respons cepat dari KB Bank dan KB Bank Syariah. Sinergi semacam ini penting agar bantuan tepat sasaran. Harapannya, kerja sama ini bisa berlanjut agar lebih banyak lagi warga yang terbantu dan pemulihan berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Perlu diketahui, penyaluran bantuan tidak hanya melalui PMI. KB Bank juga menggandeng Taspen dan mitra strategis lainnya dengan nilai tambahan Rp 50 juta. Kolaborasi ini memungkinkan bantuan menjangkau kelompok khusus, seperti para pensiunan dan keluarganya yang tinggal di wilayah bencana. Dengan cara ini, jangkauan bantuan jadi lebih luas dan tepat sasaran.
Selain urusan bantuan, bank juga memantau intensif unit layanannya di wilayah terdampak. Beberapa kantor cabang yang tidak kebanjiran tetap dioperasikan normal. Tujuannya, agar layanan keuangan masyarakat tidak terputus dan aktivitas ekonomi lokal bisa tetap berdenyut.
Pada akhirnya, KB Bank meyakini bahwa percepatan pemulihan hanya bisa terwujud lewat kerja sama yang kuat. Semangatnya sederhana: semua tantangan bisa diatasi jika kita bergerak bersama. Karena, ya, kita bisa karena bersama.
Artikel Terkait
Target Pendapatan Melonjak 1.584 Persen, GPSO Bidik Rp92,47 Miliar Usai Diakuisisi Tjokro Group
Semen Indonesia Siapkan Dana Rp730 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan