Meski diterpa berbagai tantangan, BPKH klaim mereka tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. Mereka masih bisa membukukan nilai manfaat Rp 12,09 triliun dengan imbal hasil 6,86%. Program Kemaslahatan terealisasi Rp 240 miliar, sementara biaya operasionalnya justru lebih hemat dari pagu yang ditetapkan.
"Dinamika dana kelolaan dan nilai manfaat, evaluasi atas asumsi-asumsi ini menjadi dasar utama perbaikan perencanaan dan mitigasi risiko dalam RKAT tahun 2026," kata Fadlul menegaskan. Tujuannya jelas: agar pengelolaan dana haji ke depan lebih adaptif dan terukur.
Target Dana Kelolaan 2026 Rp 204 Triliun
Lantas, bagaimana target tahun ini? BPKH memasang target yang cukup optimis. Dana kelolaan haji 2026 ditargetkan melambung ke Rp 204 triliun, dengan perkiraan pendaftar baru sekitar 459.341 jemaah.
"Target nilai manfaat ditetapkan sebesar Rp 14,53 triliun dengan imbal hasil sebesar 7,9 persen," ucap Fadlul.
Target itu, lanjutnya, disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan. Bukan cuma mengejar optimalisasi, tapi juga perlindungan dana jemaah. Jadi, jangan harap ada pengambilan risiko yang berlebihan.
Artikel Terkait
Ledakan di SMP Sungai Raya: Dendam Korban Perundungan yang Meledak
Ledakan di SMP Kubu Raya, Densus 88 Ungkap Keterlibatan Komunitas Kriminal Daring
Ledakan Molotov di Sekolah, Balas Dendam Korban Bully yang Terluka
Megawati Soroti Kekuatan Empati Perempuan di Forum Global Abu Dhabi