BPKH Akui Dana Kelolaan Haji 2025 Menyusut Rp 3,33 Triliun

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:48 WIB
BPKH Akui Dana Kelolaan Haji 2025 Menyusut Rp 3,33 Triliun

Meski diterpa berbagai tantangan, BPKH klaim mereka tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. Mereka masih bisa membukukan nilai manfaat Rp 12,09 triliun dengan imbal hasil 6,86%. Program Kemaslahatan terealisasi Rp 240 miliar, sementara biaya operasionalnya justru lebih hemat dari pagu yang ditetapkan.

"Dinamika dana kelolaan dan nilai manfaat, evaluasi atas asumsi-asumsi ini menjadi dasar utama perbaikan perencanaan dan mitigasi risiko dalam RKAT tahun 2026," kata Fadlul menegaskan. Tujuannya jelas: agar pengelolaan dana haji ke depan lebih adaptif dan terukur.

Target Dana Kelolaan 2026 Rp 204 Triliun

Lantas, bagaimana target tahun ini? BPKH memasang target yang cukup optimis. Dana kelolaan haji 2026 ditargetkan melambung ke Rp 204 triliun, dengan perkiraan pendaftar baru sekitar 459.341 jemaah.

"Target nilai manfaat ditetapkan sebesar Rp 14,53 triliun dengan imbal hasil sebesar 7,9 persen," ucap Fadlul.

Target itu, lanjutnya, disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan. Bukan cuma mengejar optimalisasi, tapi juga perlindungan dana jemaah. Jadi, jangan harap ada pengambilan risiko yang berlebihan.


Halaman:

Komentar