Insiden penembakan ini punya timing yang cukup sensitif. Baru-baru ini, ancaman saling serang antara kedua negara sempat mereda. Presiden AS kala itu, Donald Trump, memang kerap mengancam akan menyerang Iran, terutama terkait gelombang demonstrasi di negara tersebut. Bahkan, pengiriman USS Abraham Lincoln ke kawasan itu pekan sebelumnya sempat bikin was-was banyak pihak.
Namun begitu, di sisi lain, ada angin segar yang datang dari Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi.
Ia menambahkan syaratnya: proses itu harus berlangsung dalam lingkungan yang kondusif, jauh dari ancaman dan tuntutan yang dianggapnya tidak masuk akal. Jadi, sementara satu tangan teracung untuk berdamai, insiden di laut tetap terjadi. Situasinya memang rumit, dan dunia kembali menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace Jika Tak Bela Palestina
MUI Tegaskan Syarat: Tak Ada Ruang bagi Israel di Board of Peace Tanpa Pengakuan Kedaulatan Palestina
Sutoyo Abadi Tantang GMKR: Jangan Hanya Omon-omon, Desak Prabowo Bubarkan Parlemen yang Jual UU
Rafah Dibuka Kembali, Namun Derita Warga Gaza Tak Juga Usai