Meriyati Hoegeng berpulang dalam usia yang sangat sepuh, 100 tahun. Penyebabnya adalah faktor usia lanjut dan sakit yang dideritanya. Menurut penuturan Aditya, sang ibu sudah mulai sakit-sakitan sejak tahun 2020.
Kondisinya pun sempat memburuk di akhir hayatnya. Bahkan, Meriyati harus dua kali menjalani perawatan di rumah sakit: pada Oktober tahun lalu dan sekali lagi di akhir Januari 2026. Setelah dari RS Polri, jenazahnya dibawa ke rumah duka di Pesona Khayangan Estate ini.
Rencananya, pada Rabu (4/2) besok, ia akan dimakamkan. Lokasi makamnya bersebelahan dengan sang suami, Jenderal Hoegeng, menyatukan mereka kembali untuk selamanya.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi