Sayangnya, masa pemulihan di rumah tak berlangsung lama. Hanya bertahan dua hari, kondisi Meri kembali memprihatinkan karena ia menolak untuk makan.
Keluarga pun tak punya pilihan lain. Di akhir Januari lalu, Meri kembali dilarikan ke rumah sakit untuk kedua kalinya. Namun kali ini, kondisinya tak kunjung membaik.
tambah Aditya.
Perjuangan itu berakhir pada 3 Februari 2025. Di usia yang ke-100, Meri Hoegeng meninggalkan dunia dengan tenang, meninggalkan kenangan sebagai pendamping setia salah satu tokoh kepolisian paling legendaris di Indonesia.
Artikel Terkait
Kapolri dan Jajaran Petinggi Berduka, Wasiat Terakhir Istri Hoegeng Terungkap
Megawati: Kekuasaan Bukan untuk Mendominasi, Tapi Merawat
Saksi Ungkap Rasa Takut yang Paksa Mundur dari Proyek Chromebook Kemendikbud
Lautan Bunga Berduka untuk Istri Hoegeng, dari Presiden hingga Mantan Kapolri