Sayangnya, masa pemulihan di rumah tak berlangsung lama. Hanya bertahan dua hari, kondisi Meri kembali memprihatinkan karena ia menolak untuk makan.
Keluarga pun tak punya pilihan lain. Di akhir Januari lalu, Meri kembali dilarikan ke rumah sakit untuk kedua kalinya. Namun kali ini, kondisinya tak kunjung membaik.
tambah Aditya.
Perjuangan itu berakhir pada 3 Februari 2025. Di usia yang ke-100, Meri Hoegeng meninggalkan dunia dengan tenang, meninggalkan kenangan sebagai pendamping setia salah satu tokoh kepolisian paling legendaris di Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brazil Usai Strategi Cerdas di Balik Bendera Merah
Prabowo Unggah Foto Lawas Bersama Soeharto di Momen Ulang Tahun Putra