Namun begitu, jalan menuju 2027 tidak mulus. Ika mengakui proyek sempat mandek. Awalnya, pengerjaan saluran crossing jalan sudah dimulai dua tahun lalu.
ungkapnya. Jadi, ada masalah dengan penyedia jasa sebelumnya.
Kini, pekerjaan akan dilanjutkan dengan membangun crossing jalan, pintu air, rumah pompa, hingga genset. Tapi tenggat waktunya cukup panjang, hingga Desember 2027. Selain karena kompleksitas pekerjaan, ada kendala teknis seperti jaringan SUTET di sekitar lokasi yang harus diakali.
Pramono sendiri merasa punya tanggung jawab moral menyelesaikan proyek yang terbengkalai ini.
tegasnya.
Sebagai catatan akhir, selain mengandalkan pompa, ada wacana lain yang mengambang. Untuk solusi jangka panjang, Pramono menyebut kemungkinan pembangunan flyover. Tujuannya ganda: mengurai banjir sekaligus mengatasi kemacetan parah di kawasan tersebut.
pungkas Gubernur. Jadi, masih ada rencana lain yang menunggu untuk dikerjakan setelah pompa-pompa itu berdiri.
Artikel Terkait
Pertahanan Lingkungan Berujung Bui: Kisah Pahit Warga Adat Melawan Tambang
Kesal Lihat Spanduk Ayam Goreng, Prabowo Suruh Bupati Bogor Bereskan
Mendikbudristek Buka Data Anggaran dan Proyek Strategis di Hadapan Komisi X
Kisah Pilu Pemilik Toko HP: Korban Pencurian Berakhir Jadi Tersangka