Dan jawaban Whitaker? Cukup mengejutkan.
Dia dengan tegas memilih penjara. Alasannya, menurut pengakuannya di pengadilan, mengembalikan uang sebesar itu adalah "transaksi yang buruk" baginya. Sebuah alasan yang, bagi banyak orang, sulit dicerna akal sehat.
Jadi, itulah ceritanya. Seorang pria lebih memilih jeruji besi daripada mengeluarkan kocek untuk mengembalikan uang yang bukan miliknya. Sebuah keputusan yang, mau tak mau, membuat kita bertanya-tanya tentang logika macam apa yang sedang bekerja di benaknya. Di sisi lain, kasus ini jadi pengingat nyata bahwa terkadang, hidup memang menyajikan pilihan-pilihan yang jauh dari nalar biasa.
Artikel Terkait
Pompa Raksasa di Daan Mogot Dijanjikan Tuntaskan Banjir pada 2027
Rita Pasaraya Cilacap Hangus Dilahap Si Jago Merah, Diduga Bermula dari Korsleting
Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Peran Indonesia di Dewan Perdamaian
Pujian Pakar AS untuk Program Makan Gratis Prabowo Berbanding Terbalik dengan Polemik Dalam Negeri