Peluang atau Ancaman bagi Solusi Dua Negara?
Lalu, bagaimana dengan masa depan solusi dua negara? Di tengah keraguan itu, beberapa negara melihat celah peluang. Bagi mereka, bergabung dengan BoP adalah langkah strategis. Dengan berada di dalam, mereka berharap bisa memastikan proses transisi di Gaza tetap konsisten dengan prinsip dua negara dan menghormati hak-hak rakyat Palestina.
Indonesia, misalnya, memilih untuk terlibat. Menteri Luar Negeri negara itu menjelaskan alasannya.
Bergabung dengan BoP merupakan langkah strategis untuk memperkuat dukungan bagi kemerdekaan Palestina dan upaya mewujudkan perdamaian yang adil.
Jadi, BoP pada dasarnya adalah inovasi diplomatik Trump yang ambisius. Ia hadir dengan janji gencatan senjata, rekonstruksi, dan stabilisasi. Keberadaannya membuka pintu bagi negara anggota untuk mengadvokasi solusi dua negara dari dalam. Tapi, bayang-bayang skeptisisme tentang legitimasi dan dampaknya terhadap multilateralisme tetap menghantui. Debat global yang kini berlangsung tentang efektivitas BoP ini, pada akhirnya, akan sangat menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah ke depannya.
Artikel Terkait
Gempa 3,5 SR Guncang Karangasem, Getaran Terasa Sampai ke Dalam Rumah
Tabung Gas Meledak di Palembang, Dua Ibu Tewas Saat Siapkan Hidangan Ramadhan
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Jebakan atau Pengkhianatan Konstitusi?
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?