Misteri di Balik Kematian Guru OKU: Barang Berharga Utuh, Motif di Luar Dugaan

- Kamis, 20 November 2025 | 15:00 WIB
Misteri di Balik Kematian Guru OKU: Barang Berharga Utuh, Motif di Luar Dugaan
Kasus Guru OKU

Kasus meninggalnya Sayidatul Fitriyah, seorang guru berusia 27 tahun di SMP Negeri 46 Ogan Komering Ulu, makin pelik. Polisi sudah memastikan satu hal: tak ada satu pun barang berharga milik korban yang raib dari tempat kejadian. Fakta ini, tentu saja, langsung mengubah arah penyelidikan. Motif perampokan sepertinya bisa disingkirkan.

Menurut sejumlah saksi, jenazah Sayidatul ditemukan pada Rabu sore di kamar kosnya. Keadaannya sungguh memilukan. Tangan dan kakinya terikat erat, dan di sekujur tubuhnya terlihat bekas kekerasan. Dugaan sementara, korban tewas karena hidung serta mulutnya ditutup kain hingga ia tak bisa bernapas.

Resta (27), tetangga korban, adalah orang yang pertama merasa ada yang tidak beres. Ia memperhatikan motor Sayidatul masih terparkir di tempat yang sama sejak sore. Perasaan ganjil itu mendorongnya, bersama dua warga lain, untuk memeriksa kamar kos sang guru. Saat pintu terbuka, pemandangan mengerikan menyambut: Sayidatul tergeletak tak bernyawa, dalam keadaan terikat. "Motornya masih di depan. Laptop, HP, bahkan uang pun masih ada. Tidak ada yang hilang," tutur Resta.

Di sisi lain, Ipda Chandra dari Kasubsi Penmas Polres OKI mengonfirmasi bahwa sejumlah barang telah diamankan dari TKP. Tapi justru kelengkapan barang-barang itulah yang bikin polisi curiga. Motor masih terparkir, laptop dan ponsel tak hilang, uang pribadi pun utuh. "Barang-barang korban lengkap. Ini menjadi salah satu alasan kami menduga pembunuhan ini tidak terkait motif pencurian. Ada hal lain yang sedang kami dalami," papar Chandra.

Upaya polisi kini berfokus pada olah TKP lanjutan, pemeriksaan saksi, dan penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi. Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Kedaton sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk pemeriksaan lebih mendalam. Soal autopsi, polisi masih menunggu keputusan keluarga.

"Kasus ini mendapat perhatian khusus," tegas Ipda Chandra. Timnya terus bekerja, berusaha mengungkap siapa pelaku dan apa motif sebenarnya di balik kematian tragis guru muda itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar