Kasus meninggalnya Sayidatul Fitriyah, seorang guru berusia 27 tahun di SMP Negeri 46 Ogan Komering Ulu, makin pelik. Polisi sudah memastikan satu hal: tak ada satu pun barang berharga milik korban yang raib dari tempat kejadian. Fakta ini, tentu saja, langsung mengubah arah penyelidikan. Motif perampokan sepertinya bisa disingkirkan.
Menurut sejumlah saksi, jenazah Sayidatul ditemukan pada Rabu sore di kamar kosnya. Keadaannya sungguh memilukan. Tangan dan kakinya terikat erat, dan di sekujur tubuhnya terlihat bekas kekerasan. Dugaan sementara, korban tewas karena hidung serta mulutnya ditutup kain hingga ia tak bisa bernapas.
Resta (27), tetangga korban, adalah orang yang pertama merasa ada yang tidak beres. Ia memperhatikan motor Sayidatul masih terparkir di tempat yang sama sejak sore. Perasaan ganjil itu mendorongnya, bersama dua warga lain, untuk memeriksa kamar kos sang guru. Saat pintu terbuka, pemandangan mengerikan menyambut: Sayidatul tergeletak tak bernyawa, dalam keadaan terikat. "Motornya masih di depan. Laptop, HP, bahkan uang pun masih ada. Tidak ada yang hilang," tutur Resta.
Artikel Terkait
Rajab dan Kesalehan yang Lupa Menjaga Bumi
Mutiara dari Timur: Bahlil Lahadalia Tersipu Saat Dijuluki Kolega di Acara Natal Nasional
Hakim Terkejut, Gaji Konsultan Nadiem Tembus Rp 163 Juta per Bulan
Apartemen Mewah di Ancol Jadi Pabrik Narkoba Vape, BNN Ungkap Modus Baru