"Mereka langsung menghajar korban," jelas Dedi. "Tanpa ada dialog atau minta penjelasan lebih dulu."
Akibatnya sungguh parah. Abdul mengalami cedera serius di bagian pelipis kepalanya dan harus segera mendapat perawatan medis intensif. Ia sudah menjalani visum dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sampai saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan mendalami motif persisnya.
Di sisi lain, Dedi Suryaman mengajak masyarakat untuk bisa menahan emosi. Menurutnya, banyak masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan cara yang sopan.
"Kami sudah ambil keterangan dari saksi-saksi. Yang penting, kita jaga bersama suasana agar tetap kondusif," pungkasnya.
Insiden ini menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana sebuah pesan singkat dari kurir bisa berujung pada kekerasan brutal? Sungguh ironis, di era yang katanya serba terhubung ini, komunikasi malah seringkali putus di tengah jalan.
Artikel Terkait
Trump Luncurkan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Dunia Terbelah Antara Harapan dan Kecurigaan
Lokasi Buronan Korupsi Rp 1,98 Triliun Sudah Dipetakan Interpol Indonesia
Utang Puasa Menumpuk? Waspadai Denda Fidyah yang Bisa Tembus Jutaan Rupiah
Red Notice Interpol Mengekang Ruang Gerak Buronan Korupsi Riza Chalid