"Mereka langsung menghajar korban," jelas Dedi. "Tanpa ada dialog atau minta penjelasan lebih dulu."
Akibatnya sungguh parah. Abdul mengalami cedera serius di bagian pelipis kepalanya dan harus segera mendapat perawatan medis intensif. Ia sudah menjalani visum dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sampai saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan mendalami motif persisnya.
Di sisi lain, Dedi Suryaman mengajak masyarakat untuk bisa menahan emosi. Menurutnya, banyak masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan cara yang sopan.
"Kami sudah ambil keterangan dari saksi-saksi. Yang penting, kita jaga bersama suasana agar tetap kondusif," pungkasnya.
Insiden ini menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana sebuah pesan singkat dari kurir bisa berujung pada kekerasan brutal? Sungguh ironis, di era yang katanya serba terhubung ini, komunikasi malah seringkali putus di tengah jalan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral