Siak diguncang insiden yang cukup mengerikan, tepatnya di sebuah bangunan cagar budaya. Tangsi Belanda, situs peninggalan kolonial yang biasa ramai dikunjungi, tiba-tiba menjadi lokasi musibah. Lantai duanya ambruk ketika sedang dipenuhi rombongan anak-anak sekolah dasar. Belasan siswa terjatuh ke bawah dan mengalami luka-luka.
Menurut sejumlah saksi, kejadian itu berlangsung cepat dan mendadak. Rombongan dari SDIT Baitul Ridho itu sedang asyik mengeksplorasi sejarah tempat itu, didampingi beberapa guru. Mereka berdiri di lantai dua yang terbuat dari papan kayu, mencoba membayangkan suasana masa lalu. Tiba-tiba, kayu-kayu itu berderak lalu ambrol.
“Kami langsung jatuh,” ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.
“Suara gemeretuk keras, lalu semua ambruk. Saya berusaha melindungi siswa yang dekat dengan saya, tapi kecepatannya luar biasa.”
Ketinggiannya sekitar empat meter. Jatuh ke lantai dasar yang keras, ditimpa reruntuhan papan dan debu. Suasana pun langsung panik. Jeritan dan tangisan memenuhi ruangan yang sebelumnya penuh canda tawa anak-anak.
Artikel Terkait
Prabowo di Persimpangan: Momentum Bangkit atau Cuma Perkuat Dinasti?
Kejar-Kejaran Maut di Serang-Pandeglang, Satu Nyawa Melayang
Papan Tulis vs PowerPoint: Mana yang Lebih Membangun Pemahaman Siswa?
Oegroseno Sindir Era Tito: Polri Rusak Sejak Jokowi Langgar Senioritas?