Namun begitu, Trump menyiratkan adanya pembicaraan.
“Iran sedang bernegosiasi, jadi kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada Fox News.
“Anda tahu, terakhir kali mereka bernegosiasi, kita harus melucuti senjata nuklir mereka, tidak berhasil, Anda tahu. Kemudian kita melucutinya dengan cara yang berbeda, dan kita lihat saja apa yang terjadi,” lanjutnya.
Pernyataan Trump ini seakan mendapat sambutan dari pejabat Iran. Ali Larijani, seorang pejabat keamanan senior, menyebut pembahasan kerangka negosiasi dengan AS masih terus berjalan.
Menariknya, sebelum kedua ledakan ini terjadi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sudah melontarkan tuduhan pedas. Ia menuding AS, Israel, dan negara-negara Eropa sengaja memanfaatkan persoalan ekonomi Iran untuk menciptakan ketidakstabilan dan memecah belah bangsa.
Israel pun langsung angkat bicara. Melalui seorang pejabat yang dikutip Reuters, mereka membantah keras keterlibatan dalam kedua ledakan di Bandar Abbas dan Ahvaz.
Ini bukan pertama kalinya Bandar Abbas mengalami musibah serupa. Ingatan masih segar tentang ledakan besar April tahun lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seribu lainnya. Saat itu, hasil investigasi menyimpulkan lemahnya penerapan standar keamanan dan pertahanan sipil sebagai pemicu. Sebuah catatan kelam yang, sayangnya, kembali mengemuka.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral