Di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, suasana agak tegang. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Endipat Wijaya, menyampaikan kritiknya langsung kepada Menkominfo Meutya Hafid. Intinya sederhana: kenapa informasi soal bantuan pemerintah untuk korban bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut sepi sekali? Padahal, bantuan negara itu nilainya luar biasa besar.
"Saya cuma ingin mencoba memberikan masukan kepada Komdigi dan ingin mendukung Komdigi ke depan bagaimana Komdigi ini bisa mengamplifikasi informasi-informasi strategis yang sudah dilakukan oleh pemerintah, Bu," ujar Endipat dalam rapat kerja itu, Senin lalu.
Menurutnya, ini bukan soal kerja pemerintah yang kurang. Justru, kerja itu sudah banyak. Masalahnya, publik nggak tahu. Dia ambil contoh nyata.
"Sebagai contoh kami misalnya mendengar sebenarnya Kementerian Kehutanan itu sudah melakukan evaluasi dan gerakan menanam pohon secara besar-besaran, tetapi itu kan tidak pernah sampai ke telinga teman-teman sampai ke orang bawah," keluhnya.
Akibatnya? Kemenhut terus-terusan dikritik habis-habisan. Padahal, di lapangan, mereka sudah bergerak. Hal serupa dia lihat pada kinerja kepolisian dalam perbaikan hutan di Sumatera. Kerja kerasnya, kata Endipat, tenggelam begitu saja tanpa gaung.
Nah, di sinilah peran Kementerian Komunikasi dan Informatika jadi krusial. Legislator ini mendorong agar Komdigi lebih aktif dan peka. Informasi strategis pemerintah harus disebarluaskan secara masif, bahkan dibuat agar bisa viral seperti konten-konten media sosial pada umumnya.
Artikel Terkait
Ramadhan dan Ironi Konsumsi: Puasa Seharusnya Ajarkan Pengendalian Diri, Bukan Pesta Makan
Wamen LHK Pantau Kesiapan Pengelolaan Sampah di Stasiun Tegal Jelang Arus Mudik
Polisi Ungkap Ketenangan Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Ledakan Kapal LPG di Pelabuhan Selayar Tewaskan Dua Orang