Di sisi lain, Agus Jabo punya keyakinan. Siswa yang unggul tak hanya tangguh secara pribadi. Mereka juga punya daya angkat. Bisa mengangkat derajat keluarga, memutus rantai kemiskinan yang mungkin sudah lama membelit.
Namun begitu, cita-cita besar butuh pengelolaan yang maksimal. Ia mengimbau agar setiap sekolah, bersama Kementerian Sosial, melakukan evaluasi mendalam untuk enam bulan ke depan. Tujuannya sederhana: mendeteksi hambatan sejak dini dan mencari solusi sebelum masalah membesar.
Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya ia sampaikan kepada semua pilar pendidikan di Sekolah Rakyat. Tapi, pesannya juga tegas. Jangan cepat puas.
“Penghormatan setinggi-tingginya dari saya kepada kepala sekolah, para tenaga pendidik, para guru,” ucap Agus Jabo.
“Tetapi kita tidak boleh puas diri, karena dunia makin lama makin berat.”
Itulah tantangannya. Menyiapkan generasi untuk masa depan yang tak pasti, dengan bekal yang harus tetap relevan. Semua dimulai dari ruang koordinasi di Bekasi itu.
Artikel Terkait
Besok di Sentul, Prabowo Buka Rakornas Pusat-Daerah di Hadapan Ribuan Pejabat
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri
Lantai Ambrol di Tangsi Belanda Siak, Puluhan Pelajar SD Terluka
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi