Sedangkan poin ketiga, menyasar Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Rizal menyerukan desakan massal untuk memecatnya. Ia juga memberi sinyal peringatan. Jika Presiden Prabowo dinilai tak mampu memecat Kapolri, maka giliran Prabowo sendiri yang harus diturunkan oleh rakyat.
Nah, untuk mencapai semua itu, mereka mengandalkan strategi people power. Namun, Rizal berusaha meluruskan persepsi. Ia bersikukuh bahwa aksi mereka konstitusional, bukan makar.
Ia mendorong semangat para pendukungnya. Gerakan ini, katanya, tak boleh berhenti di ruang pertemuan ini saja. "Gerakan jangan mati. Bergerak, bergerak, bergerak terus kita," seru Rizal dengan semangat. "Mulai dari sini besok ke tempat yang lain, ke daerah-daerah sehingga rakyat betul-betul bersama kita."
Di akhir pernyataannya, ia menutup dengan harapan agar perjuangan mereka mendapat pertolongan. Harapannya satu: memperbaiki Indonesia.
Artikel Terkait
Besok di Sentul, Prabowo Buka Rakornas Pusat-Daerah di Hadapan Ribuan Pejabat
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri
Lantai Ambrol di Tangsi Belanda Siak, Puluhan Pelajar SD Terluka
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi