Di tengah hiruk-pikuk kegiatan Dialog Kesejahteraan Sosial di Deli Serdang, Sabtu lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyempatkan diri untuk sebuah agenda yang lebih personal. Gus Ipul, panggilan akrabnya, secara langsung menyerahkan santunan kepada sebelas keluarga yang kehilangan anggota akibat banjir yang melanda Sumatra. Momen itu terjadi di sela-sela acara Sekolah Rakyat, jauh dari sorotan kamera utama, namun sarat makna.
“Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta,” ujar Gus Ipul, seperti dikutip keesokan harinya, Minggu (1/2).
Namun begitu, perhatian pemerintah tak hanya untuk mereka yang berduka. Korban dengan luka berat juga mendapat perhatian, dengan santunan sebesar Rp5 juta. Menurut Gus Ipul, bantuan ini adalah bagian dari skema penanganan bencana yang dijalankan bertahap, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Sebelumnya, upaya serupa sudah dilakukan di Aceh Utara. Di sana, lebih dari dua ratus ahli waris korban bencana telah menerima santunan. Prosesnya menunggu penetapan resmi dari kepala daerah setempat, baru kemudian bantuan bisa dicairkan.
Kini, memasuki fase pascakedaruratan, fokusnya bergeser. Kemensos mulai menyiapkan dukungan lanjutan untuk pemulihan kehidupan warga. Bantuan isian rumah, misalnya, disiapkan bagi keluarga yang rumahnya rusak parah atau sedang.
Artikel Terkait
Dokter Anak Tangani Balita Kejang di Pesawat, Penerbangan Tetap Lanjut
Negara Hukum atau Negara Opini? Ancaman Tafsir Liar di Ruang Publik
Gerakan Rakyat Serukan Prabowo Tarik Diri dari Board of Peace Trump
Habib Bahar Bin Smith Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser