“Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga,” jelas Gus Ipul.
Tak cuma itu. Ada juga bantuan pemberdayaan sosial senilai Rp5 juta per keluarga, yang ditujukan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi. Lalu, ada jaminan hidup atau jadup sebesar Rp450.000 per orang per bulan, yang akan diberikan selama tiga bulan. Besarannya menyesuaikan jumlah anggota keluarga.
Tentu saja, semua bantuan ini tidak serta merta disalurkan. Gus Ipul memaparkan mekanisme verifikasi yang cukup ketat untuk meminimalisir salah sasaran. Data awal dari BNPB akan ditetapkan oleh kepala daerah, lalu diverifikasi oleh unsur forkopimda setempat. Rekomendasi dari dinas sosial provinsi kemudian diverifikasi ulang oleh Kemendagri dan Dukcapil.
“Setelah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kemensos akan segera menyalurkan bantuan langsung kepada nama-nama yang sudah diusulkan dari bawah, by name, by address,” tegasnya.
Penyalurannya sendiri dilakukan melalui dua saluran: Bank Himbara atau PT Pos Indonesia. Gus Ipul mengakui, kerja besar ini mustahil dilakukan sendirian. Penanganan bencana, menurutnya, adalah kolaborasi. Selain Kemensos, ada peran vital BNPB, Kementerian PUPR, TNI, Polri, hingga BUMN, yang semuanya berkoordinasi di bawah Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral