Menurutnya, visi yang diusung NU berakar pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Namun begitu, cakupannya lebih luas lagi. Organisasi ini juga punya komitmen untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Sebuah tatanan yang berdasar pada kemerdekaan, perdamaian abadi, tentu saja, dan keadilan sosial.
“Apakah visi dan idealisme itu?” Gus Yahya kemudian menerangkan.
“Yaitu untuk berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.
Harapannya, semangat ini tak pernah padam. “Semoga visi dan idealisme ini senantiasa menghidupi batin kita semua, senantiasa menyalakan api di dalam dada kita semua, seluruh kader-kader Nahdlatul Ulama, kader-kader bangsa Indonesia,” lanjutnya penuh keyakinan. Suaranya menggema, mengingatkan semua yang hadir pada sebuah tanggung jawab besar yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral