Menurutnya, visi yang diusung NU berakar pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Namun begitu, cakupannya lebih luas lagi. Organisasi ini juga punya komitmen untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Sebuah tatanan yang berdasar pada kemerdekaan, perdamaian abadi, tentu saja, dan keadilan sosial.
“Apakah visi dan idealisme itu?” Gus Yahya kemudian menerangkan.
“Yaitu untuk berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.
Harapannya, semangat ini tak pernah padam. “Semoga visi dan idealisme ini senantiasa menghidupi batin kita semua, senantiasa menyalakan api di dalam dada kita semua, seluruh kader-kader Nahdlatul Ulama, kader-kader bangsa Indonesia,” lanjutnya penuh keyakinan. Suaranya menggema, mengingatkan semua yang hadir pada sebuah tanggung jawab besar yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi