Sutoyo Abadi: Presiden Prabowo Tidak Akan Berani Memecat Kapolri
Menurut analisis politik yang cukup keras dari Sutoyo Abadi, posisi Kapolri di era pemerintahan Prabowo Subianto dianggap sangat kuat. Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo sendiri kemungkinan besar takut untuk memberhentikannya. Lantas, apa yang membuat situasinya menjadi demikian?
Semuanya berawal dari era Jokowi. Sutoyo yang merupakan Koordinator Kajian Politik Merah Putih ini menilai, sejak Perpres No. 54 tahun 2022 tentang Susunan Organisasi Polri diterbitkan, terjadi pergeseran kekuatan. Polisi, katanya, dipersenjatai melebihi TNI. Imbalannya? Loyalitas buta kepada sang presiden saat itu, Joko Widodo.
"Perselingkuhan Presiden (Jokowi) dengan Polri penyebab kewenangan dan kekuasaan Polri bukan terkendali bahkan makin membesar menjadi kepentingan politik Presiden Jokowi,"
Demikian pernyataan tegas Sutoyo yang dirilis pada Sabtu, 31 Januari 2026. Dia melihat, akibat dari 'pemanjaan' itu, Polri menjelma jadi kekuatan super. Mereka bisa menabrak siapa saja yang berseberangan dengan kekuasaan. Padahal, dalam UU Kepolisian, tugas pokok mereka cuma tiga: menegakkan hukum, menjaga ketertiban, serta melayani dan melindungi masyarakat.
Namun begitu, realitanya kini jauh berbeda. Fenomena yang makin ganas adalah munculnya oknum polisi yang bertindak seperti 'herder' atau pengawal pribadi. Mereka terpantau mengamankan proyek-proyek taipan oligarki, menjaga tanah rampasan, hingga mengusir warga dengan paksa. Di mana-mana, polisi justru bentrok dengan masyarakat yang seharusnya dilindungi.
Lalu muncul pertanyaan kritis dari Sutoyo: "Apakah rekomendasi Tim Reformasi Polri bentukan Presiden akan menempatkan Polri dibawah kementerian ditolak Presiden. Sehingga Kapolri dengan jumawa juga menolaknya saat rapat bersama Komisi III DPR."
Dia kemudian menyebut tiga hal penting yang memperkuat posisi Kapolri. Pertama, Polri di era Jokowi merasa sudah sangat kuat. Mereka dianggap telah menjadi 'boneka' oligarki melalui peran makelar yang dimainkan Jokowi, baik semasa masih berkuasa maupun setelahnya.
Artikel Terkait
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas
Aktivis Muhammadiyah Serukan Prabowo Ganti Kapolri, Sebut Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Provokatif