Nasib serupa menimpa Arisa dan Kanisa, dua bocah bersaudara di Bandung Kulon. Rabu lalu, mereka diserang sekelompok anjing besar usai jajan bersama kakeknya, Agus.
“Pas di belokan, lihat segerombolan anjing. Awalnya mau ke saya dulu, tapi langsung alih ke cucu, mengenai bagian kepala,” kenang Agus, suaranya masih terdengar bergetar.
Salah satu cucunya mengalami luka gigitan dan harus segera mendapat vaksinasi di RS Pindad. Malam harinya, kondisi si kecil justru memburuk.
“Malamnya panas sampai 39 derajat dan kejang-kejang. Kami bawa lagi ke rumah sakit sampai tengah malam,” cerita Agus. Syukurlah, kondisi korban kini mulai membaik, meski trauma itu masih jelas terasa.
Agus menyebut pemilik anjing sudah datang dan mengakui tanggung jawabnya. Meski begitu, pembicaraan soal biaya perawatan belum tuntas.
“Iya, ada tanggung jawab. Tapi untuk rincian biaya, belum kami hitung karena proses perawatan dan kontrol masih berjalan,” jelasnya.
Kecerobohan yang Berakibat Fatal: Gerbang yang Terbuka
Lalu, bagaimana anjing-anjing besar itu bisa berkeliaran di pemukiman?
Agus mendapat penjelasan dari pemiliknya. Rupanya, ada dua kemungkinan. Pertama, gerbang dibuka oleh tukang rongsok. Kemungkinan kedua dan ini yang paling disayangkan adalah kecerobohan pembantu yang lupa mengunci gerbang.
“Gerbangnya terbuka. Anjing-anjing itu biasanya ditempatkan di garasi, bukan di dalam rumah,” ujar Agus menerangkan.
Pemilik anjing sendiri tinggal di daerah Rajawali, yang lokasinya cukup jauh dari TKP. Setelah kejadian, ia telah menemui keluarga korban dan berjanji akan menanggung segala konsekuensinya.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban