Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang

- Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12 WIB
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang

Namun begitu, ada hal lain yang justru membuat Tetty semakin kecewa. Pihak rumah sakit di Korea disebutnya menyatakan anaknya meninggal tanpa sebab yang jelas dalam surat kematian. Padahal, bukti-bukti menunjukkan Reza menjadi korban kecelakaan kerja.

“Itu di surat kematian dari Korea tertulis ‘meninggal tanpa sebab’. Saya sangat, sangat kecewa,” imbuhnya dengan nada tinggi.

Kecelakaan kerja ini sendiri telah dikonfirmasi oleh pejabat pemerintah. Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Fachri, memberikan keterangan resmi.

“PMI atas nama Reza Valentino Simamora adalah pekerja migran Indonesia dengan penempatan G to G jenis Visa E-9,” jelas Fachri.

“Pada tanggal 23 September 2025 pukul 07.48, yang bersangkutan terjatuh dari kapal yang beroperasi sekitar 25 mil laut Barat Daya Pulau Yeonpyeong, Incheon, Korea. Ia jatuh ke laut ketika bekerja menarik jaring karena tali kawat penahan badannya terputus,” lanjutnya merinci kronologi.

Perjuangan Menuntut Hak yang Tertahan

Kini, setelah duka yang menderanya, Tetty masih harus berjuang menuntut hak-hak anaknya yang belum diberikan. Menurutnya, perusahaan tempat Reza bekerja sama sekali belum membayarkan klaim asuransi jiwa. Bahkan gaji Reza untuk periode 1 hingga 23 September 2025 pun masih tertahan.

“Asuransi dari pihak Korea, belum ada sepeser pun yang keluar. Kami juga menyesalkan sisa gajinya belum dibayarkan. Satu-satunya yang sudah cair baru dari BPJS Ketenagakerjaan Indonesia, senilai Rp 88 juta,” keluhnya.

Di tengah jalan buntu itu, Tetty kini mengarahkan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap ada perhatian khusus dari pucuk pimpinan negara agar hak anaknya bisa segera dipenuhi.

“Bapak Presiden Prabowo, saya mohon dengan sangat, bantu kami. Kami tidak meminta yang muluk-muluk, hanya hak anak kami saja yang masih tertahan. Terima kasih, Bapak Prabowo,” tutup Tetty dengan suara penuh harap.


Halaman:

Komentar