Dwiyana, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, mencoba merunut kronologinya. Menurut penuturannya, makanan MBG kiriman dari SPPG Purwosari tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Menunya soto ayam suwir dengan tempe dan tauge. Tak lama setelah disantap, masalah mulai datang.
"Guru yang pertama merasakan. Laporan siswa berdatangan setelahnya. Dari total 1.178 siswa, sekitar 600-an mengeluhkan gejala serupa," jelas Dwiyana.
Kebanyakan memilih pulang dan dirawat di rumah. Tapi kondisi sebagian lain memburuk, memaksa sekolah menelepon ambulans. Puskesmas dan Dinas Kesehatan turun tangan, mendata korban kelas per kelas. Angkanya bervariasi; ada kelas yang 35 siswanya sakit, ada yang 20.
Pihak sekolah sudah memanggil penyedia catering, SPPG Purwosari, untuk dimintai klarifikasi. Pertanyaan besarnya kini: apa yang salah dengan makanan itu? Dan bagaimana bisa kejadian serupa terulang?
Yang jelas, suasana di Kudus masih tegang. Orangtua siswa cemas, rumah sakit ramai, dan sebuah program bergizi justru berakhir dengan petaka.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Dana dan Perjalanan Ridwan Kamil Terkait Kasus BJB
Guru 2026: Masihkah Ada Ruang untuk Wibawa di Tengah Transaksi Pendidikan?
Kasus Hogi Minaya Resmi Ditutup, Penuntutan Dihentikan Demi Hukum
Jokowi Santai Menanggapi Nama yang Selalu Terseret Kasus Bawahan