Karena rasa tidak percaya itu, transaksi pun tak dilanjutkan. Pelaku sempat kembali, bertanya-tanya soal isi ulang yang tertunda. Akhirnya, ia mengambil kembali uangnya dan pergi begitu saja.
"Belum diisi. Dia (pegawainya) pandai, ditahannya dulu," jelas Govin. "Habis itu balik lagi, ambil duitnya itu."
Ini bukan kali pertama Govin mengalami hal serupa. Bahkan, ia menduga pelakunya sama. Sebelumnya, pernah terjadi kasus serupa saat gerai ramai pengunjung. "Isi Rp 150.000 jadi enggak sempat ngecek karena ramai," katanya dengan nada kesal.
Meski dua kali jadi korban, Govin memilih untuk tidak melaporkan ke polisi. Alasannya sederhana, sekaligus membuat kita menghela napas. "Belum ada, karena nominalnya segitu kan," tutupnya. Kerugian yang dianggap kecil itu rupanya belum cukup untuk membawanya ke ranah hukum. Di sisi lain, pelaku mungkin masih berkeliaran, mencari mangsa berikutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Desain Matang Jika WFH Dilanjutkan