Kabar hilangnya Christina (80), seorang pensiunan guru di Palembang, berakhir tragis. Wanita sepuh itu ternyata menjadi korban begal sekaligus pembunuhan keji yang dilakukan oleh orang yang justru dikenalnya.
Menurut Direktur Reskrim Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, awal mula kasus ini terjadi pada 14 Januari lalu. Pelaku utama, Yunas Gusworo (61) yang ternyata tetangga korban menghubungi Christina via WhatsApp.
“YS yang merupakan pelaku utama ini meminta tolong diantarkan ke rumah temannya di daerah Sukabangun. Tersangka sendiri merupakan tetangga dan telah lama mengenal korban sehingga tidak menaruh curiga,”
kata Johannes, Jumat (30/1).
Tanpa curiga, Christina pun menyetujui. Ia mengantar Yunas dengan sedan merah miliknya. Bahkan, sebelum berangkat, korban sempat menghubungi cucunya dan bilang akan berobat ke RS Bhayangkara. Itu jadi percakapan terakhir mereka.
Namun di tengah perjalanan, malapetaka terjadi. Yunas tiba-tiba menjerat leher Christina dengan tali tambang yang sudah disiapkannya. Perempuan itu tewas di dalam mobilnya sendiri.
Setelah memastikan korbannya meninggal, Yunas lalu membawa jasad itu ke sebuah perkebunan sawit di Desa Sukatani, Banyuasin. Di tempat terpencil itu, jasad dibakarnya. Ponsel Christina juga diambil untuk menghapus jejak.
Malam harinya, dengan berani, Yunas malah balik ke rumah korban. Ia mengambil surat-surat mobil. Mobil sedan merah itu kemudian dijualnya seharga Rp 53 juta.
Dalam aksi jual mobil ini, Yunas dibantu Siswanto (57). Ada lagi tersangka lain, Joni Iskandar (46), yang berperan sebagai penadah ponsel milik Christina.
Keesokan harinya, sang cucu yang sudah cemas karena tidak bisa menghubungi neneknya, mendatangi rumah Christina. Ia kaget. Rumah terkunci rapat dan mobil neneknya hilang dari garasi.
Artikel Terkait
Jokowi Buka Suara soal Obrolan Rahasia dengan Prabowo di Balik Pesta Pernikahan
Sally, Siswi SMK Pamulang, Masih Hilang: Jejak Terakhir di Pool Bus Rosalia
Audit Internal Polda DIY Berujung Penonaktifan Kapolresta Sleman
Waspada Nipah, Turis India ke Bali Tetap Mengalir Deras