Indonesia Masih Dijajah? Skema RRC dan Penguasa yang Limbung
Kritik tajam kembali dilontarkan terhadap kedaulatan nasional. Kali ini datang dari Sutoyo Abadi, sang Koordinator Kajian Politik Merah Putih. Ia punya pandangan yang suram. Menurutnya, Indonesia hingga detik ini belum benar-benar merdeka. Kita, katanya, masih terjebak dalam "kegelapan" karena pengaruh asing yang begitu kuat, terutama dari Republik Rakyat China.
"Astaga," ujarnya, memulai pernyataan yang penuh keprihatinan. Kata itu ia lontarkan sebagai bentuk keheranan sekaligus kepedihan.
"Kekuatan gendam apa yang menutup kedunguan penguasa bangsa ini sehingga Indonesia tetap dalam kegelapan," tanya Sutoyo kepada para wartawan, Jumat lalu.
Baginya, penjajahan masa kini tak lagi pakai serdadu atau tank. Caranya lebih halus, sistematis, dan terstruktur. Ia menuding ada agenda besar dari Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional Pusat RRC yang dijalankan lewat politik dan ekonomi. Pintu masuknya? Ia menyoroti 23 Nota Kesepahaman yang diteken Indonesia dan RRC usai KTT Belt and Road Initiative di Beijing, April 2019 silam. Dokumen itu, dalam pandangannya, adalah langkah awal penguasaan yang sangat strategis.
"Tragis, sadis, dan ironis," katanya tanpa tedeng aling-aling.
"Prosesnya berjalan mulus dengan memerankan Presiden Jokowi sebagai boneka dan operator RRC yang menggilas Nusantara."
Artikel Terkait
Gus Yaqut Penuhi Panggilan KPK, Kasus Kuota Haji 2023-2024 Menyandang Status Tersangka
Rapat Pleno PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya, Tegakkan Kembali Aturan Dasar
Menteri Rachmat: Jangan Beri Kail, Kalau Orangnya Sudah Keburu Meninggal
Gerbang Terbuka, Anjing-Anjing Galak Menerjang Dua Bocah di Bandung