Jakarta - Suasana politik belakangan ini diwarnai oleh narasi-narasi yang cukup mengganggu. Menurut pengamatan Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lemkapi, ada pihak-pihak tertentu yang gencar membangun opini negatif. Intinya sederhana: menggambarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak loyal kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Tujuannya jelas banget, sebenarnya,” ujar Edi, yang juga dosen Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta.
“Yaitu untuk mengadu domba Kapolri dengan Presiden Prabowo Subianto.”
Pernyataan itu disampaikannya kepada media pada Jumat lalu. Menurutnya, opini itu disebarkan dengan sengaja, punya agenda yang transparan. Namun begitu, realitas di lapangan justru berkata lain. Koordinasi dan hubungan antara pimpinan Polri dan Istana, dalam pandangannya, tetap solid dan berjalan sangat baik. Soliditas itu bertahan meski terus dihujani upaya-upaya pecah belah.
Edi menegaskan, Kapolri justru terlihat fokus menjalankan tugas. Komitmennya untuk mendukung program Asta Cita Presiden disebutnya tak perlu diragukan lagi. Program-program turunannya pun sudah mulai berjalan dan dirasakan masyarakat.
“Kami melihat Kapolri terus fokus menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo. Program tersebut bahkan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Kekuatan Ucapan Tulus Jembatani Jarak dan Pererat Silaturahmi
Ledakan Tabung Gas di KM Citra Anugrah Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar
Ledakan Guncang Masjid di Jember Saat Salat Tarawih, Tidak Ada Korban Jiwa
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Hak Keuangan Pejabat Negara